Utang Atau Kewajiban Dalam Akuntansi Perusahaan

Utang Atau kewajiban Dalam Akuntansi Perusahaan

Pengertian Utang Atau Kewajiban 

Berikut ini pembahasan mengenai utang atau kewajiban dalam akuntansi perusahaan: Pengertian Kewajiban adalah utang suatu perusahaan yang timbul dari transaksi pada waktu yang lalu dan harus dibayar dengan kas, barang, atau jasa, di masa yang akan datang. 

Utang merupakan komponen yang tidak terpisahkan dari sebuah kegiatan usaha, untuk perusahaan berskala besar seperti perusahaan multinasional maupun berskala kecil seperti Usaha Kecil dan Menengah (UKM), hampir semua bentuk-bentuk usaha memiliki akun utang dalam laporan keuangan perusahaannya. 

Utang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kapasitas pendanaan sebuah perusahaan sehingga mampu untuk memenuhi kebutuhan perusahaan tersebut. Profitabilitas perusahaan mampu menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perusahaan dalam menggunakan utang mereka. 

Teori signalingoleh dan Modigliani dalam Brigham dan Houston (2004:38) menunjukkan hubungan antara profitabilitas dengan penggunaan utang dalam perusahaan. Miller dan Modigliani dalam Brigham dan Houston (2004:36) mengasumsikan adanya kesamaan informasi antara manajer dengan investor, hal ini disebut symmetric information. 

Pada kenyataannya, manajer memiliki informasi yang lebih baik dibandingkan dengan investor, hal ini disebut asymmetric information,  dan hal ini akan sangat berpengaruh terhadap keputusan penggunaan struktur modal yang optimal. 

Utang atau kewajiban dalam akuntansi perusahaan, adapun ciri-ciri kewajiban itu adalah sebagai berikut:
1.  Penyelesaiannya di masa datang melalui penyerahan kas, barang, atau jasa.
2. Tidak dapat dihindari.
3.  Timbul akibat transaksi atau peristiwa di masa lalu.

Kewajiban dikelompokkan kedalam dua bagian, yaitu:

1. Kewajiban Jangka Pendek (Lancar)
2. Kewajiban Jangka Panjang
 


I. Kewajiban Jangka Pendek (Lancar) 

Kewajiban jangka pendek adalah kewajiban yang diharapkan akan dibayar dalam waktu satu tahun dengan menggunakan aktiva lancer yang ada atau hasil dari pembentukan kewajiban lancar yang lain. Kewajiban lancar terbagi menjadi dua jenis, yaitu kewajiban lancar yang sudah pasti (determinable current liabilities) dan Kewajiban kontinjensi/bersyarat (contingent liabilities), berikut ini penjabarannya:

a. Kewajiban lancar yang sudah pasti 

Kewajiban lancar yang sudah pasti adalah kewajiban lancar yang memenuhi dua syarat: 
1. Kewajiban tanggal dan penerimaannya yang sudah pasti.
2. Jumlah kewajiban yang harus dibayar sudah pasti. 

Kewajiban lancar yang sudah pasti meliputi: 
Utang dagang, utang wesel, utang dividen, jaminan yang dapat dikembalikan, pendapatan diterima di muka, utang pajak, utang biaya, dan utang bonus. 

Utang Dagang 
Utang dagang adalah kewajiban kepada pihak lain yang timbul akibat pembelian barang/jasa. 

Utang Wesel 
Utang wesel adalah kewajiban berupa janji tertulis untuk membayar sejumlah uang pada tanggal tertentu di masa yang akan datang kepada pihak lain yang timbul akibat pembelian barang/jasa, transaksi pinjaman, atau utang jangka panjang yang segera jatuh tempo. Jenis utang wesel yaitu utang wesel berbunga (interest bearing note) dan utang wesel tidak berbunga (zero-intereset bearing note). 

Utang Dividen 
Utang dividen adalah kewajiban perusahaan kepada pemegng saham karena mengumumkan pembagian laba berupa kas atau aktiva lain. 
Tanggal yang terkait dengan pembagian dividen: 
Tanggal pengumuman: diumumkannya dividen.
Tanggal pendaftaran: terdaftarnya pemegang saham.
Tanggal pembayaran: dibayarnya dividen. 

Uang Jaminan Yang Dapat Diminta Kembali
Uang jaminan yang dapat diminta kembali adalah kewajiban yang timbul sebagai akibat diterimanya uang tanggungan dari pihak lain. Uang tanggungan ini biasanya timbul dalam transaksi penjualan yang memanfaatkan fasilitas tertentu, misalnya penjualan minuman dalam botol. 

Pendapatan Yang Diterima Di Muka 
Pendapatan yang diterima di muka adalah kewajiban yang timbul karena diterimanya kas dari pelanggan untuk pesanan barang/jasa yang akan diserahkan dalam periode yang akan datang. 

Utang Pajak 
Utang pajak adalah dana yang dikumpulkan untuk pihak ketiga yang timbul karena perusahaan memungut kas dari pihak tertentu (misalnya pegawai atau pelanggan) atas nama pihak ketiga. 

Biaya Yang Masih Harus Dibayar 
Biaya yang masih harus dibayar adalah kewajiban yang timbul akibat pengakuan akuntansi terhadap biaya yang sudah terjadi tetapi belum dibayar, misalnya: utang gaji dan upah, utang sewa, utang bunga.
 

Utang Bonus 
Utang bonus adalah kewajiban yang timbul akibat pemberian bonus kepada karyawan pada akhir periode yang dibayar pada periode berikutnya. Bonus untuk karyawan dapat dihitung dengan berbagai cara, tergantung kebijakan masing-masing perusahaan. Bonus merupakan elemen biaya. 

b. Kewajiban Bersyarat 
Kewajiban bersyarat adalah kewajiban lancar yang kepastian jumlah yang dibayar, pihak yang menerima pembayaran, dan tanggal pembayarannya tergantung pada peristiwa di masa yang akan datang. Untuk itu, perlu ditaksir jumlah kewajiban yang akan dibayar di masa yang akan datang. Kewajiban ini meliputi utang garansi dan utang hadiah. 

Utang Garansi 
Utang garansi adalah kewajiban yang timbul sebagai akibat pemberian garansi atas penjualan barang/jasa. Perlakuan terhadap biaya garansi: Garansi diakui sebagai biaya pada periode penjualan (expense warranty treatment). Biaya garansi diakui jika garansi tersebut telah terjadi (sales warranty treatment).
 

Contoh expense warranty treatment:
Penjualan th. 2007
Penyesuaian 31/12/2007
Biaya garansi                                                     2.000.000 

           Utang Garansi                                                             2.000.000

Perhitungan utang garansi:
Taksiran biaya garansi 2007 (50% x 100 x 200.000)= 10.000.000
Biaya garansi th. 2005= 8.000.000 

Utang garansi= 2.000.000
 


II. Kewajiban Jangka Panjang 

Kewajiban jangka panjang adalah kewajiban yang penyelesaiannya memerlukan waktu lebih dari satu periode siklus akuntansi atau lebih dari satu tahun. Contohnya seperti Hutang hipotek, hutang obligasi yang jatuh tempo lebih dari setahun, hutang pinjaman jangka panjang, dan lain sebagainya. 

Penjelasan:
 
1. Hutang Hipotek 

Hutang hipotik adalah pinjaman yang harus dijamin dengan harta tidak
bergerak. Di dalam perjanjian hutang disebutkan kekayaan peminjam yang dijadikan jaminan misalnya berupa tanah atas gedung. Jika peminjam tidak melunasi pinjaman pada waktunya, maka pemberi pinjaman dapat menjual jaminan untuk diperhitungkan dengan pinjaman yang bersangkutan.
Pinjaman hipotik biasanya diambil jika dana yang diperlukan dapat dipinjam dari satu sumber, misalnya dengan mengambil pinjaman dari suatu bank tertentu. Kredit-kredit bank dengan jaminan harta tak bergerak adalah contoh hipotik yang banyak dijumpai dalam praktik. Mengingat pinjaman hipotik hanya diambil dari satu sumber maka akuntansi untuk hipotik relatif sederhana. 


Contoh soal utang atau kewajiban dalam akuntansi perusahaan
Pada tanggal 1 januari 2004, PT. MNC membeli sebidang tanah berikut bangunan dengan harga Rp 600.000.000,- dibayar dengan uang muka sebesar Rp 200.000.000,- dan ditanda tangani kontrak pinjaman dari bank sebesar Rp 400.000.000,-. Kontrak mengharuskan perusahaan untuk membayar kembali pinjaman dalam 2 kali angsuran masing-masing sebesar Rp 200.000.000,- pada  tanggal 31 desember 2004 dan tanggal 31 desember 2005 di tambah bunga 12% dari sisa pinjaman.  

2. Hutang Obligasi 

Obligasi adalah sekuritas hutang (debt securities) yang diterbitakan dalam suatu perusahaan kepada para kreditor yang disebut pemegang obligasi. Setiap obligasi merupakan kontrak yang sekurang-kurangnya menyatakan hal-hal atau mempunyai karakteristik sebagai berikut: 

Contoh utang atau kewajiban dalam akuntansi perusahaan:
Ayat jurnal yang diperlukan untuk mencatat transaksi suatu penjualan sekuritas utang obligasi sebesar nilai nominal Rp 100.000.000,- dengan harga sama dengan nilai nominalnya pada tanggal 1 januari 2004.
   
Kas atau bank (D)                              100.000.000 

           Utang obligasi (K)                                                     100.000.000
 


Kesimpulan utang atau kewajiban dalam akuntansi perusahaan
Kewajiban adalah utang suatu perusahaan yang timbul dari transaksi pada waktu yang lalu dan harus dibayar dengan kas, barang, atau jasa, di masa yang akan datang. Karakteristik kewajiban antara lain 1)penyelesaiannya di masa datang melalui penyerahan kas, barang, atau jasa, 2)tidak dapat dihindari, 3)timbul akibat transaksi atau peristiwa di masa lalu. Klasifikasi kewajiban dibagi menjadi dua, yaitu kewajiban Lancar (Jangka Pendek) dan kewajiban Jangka Panjang.
 

Utang atau kewajiban dalam akuntansi perusahaan: Kewajiban lancar terbagi menjadi dua jenis, yaitu kewajiban lancar yang sudah pasti (determinable current liabilities) dan Kewajiban kontinjensi/bersyarat (contingent liabilities). Yang termasuk di dalam kewajiban lancar seperti Utang dagang, utang wesel, bagian dari utang jangka panjang yang jatuh tempo pada tahun ini, utang dividen, jaminan yang dapat dikembalikan, pendapatan diterima di muka, utang pajak, utang biaya, dan utang bonus. Sedangkan Kewajiban bersyarat meliputi utang garansi dan utang hadiah. Kewajiban jangka panjang adalah kewajiban yang penyelesaiannya memerlukan waktu lebih dari satu periode siklus akuntansi atau lebih dari satu tahun. Contohnya seperti Hutang hipotek, hutang obligasi yang jatuh tempo lebih dari setahun, hutang pinjaman jangka panjang.


Demikian pembahasan artikel mengenai utang atau kewajiban dalam akuntansi perusahaan, semoga dengan pemahaman artikel ini anda semakin memahami tentang akuntansi untuk utang atau kewajiban dalam akuntansi perusahaan. Tulisan ini diambil dari berbagai sumber dan referensi, terimakasih atas kunjungannya dan semoga bermamfaat. 


Utang Atau Kewajiban Dalam Akuntansi Perusahaan  Utang Atau Kewajiban Dalam Akuntansi Perusahaan Reviewed by Admin on 05 Februari Rating: 5