Daftar Istilah Dalam Akuntansi Biaya

Daftar istilah dalam akuntansi biaya
Daftar istilah dalam akuntansi biaya
Istilah atau penyebutan yang lazim pada masing-masing bidang tentunya berbeda-beda dan istilah tersebut bertujuan untuk mempermudah pemahaman dalam pembelajaran suatu bidang.
Berikut ini adalah daftar istilah-istilah dalam akuntansi biaya yang sering digunakan untuk mempermudah pemahaman dalam pembelajaran mengenai biaya:

ABC (activity based costing):
Suatu sistem pendekatan perhitungan biaya yang dilakukan berdasarkan aktivitas-aktivitas yang ada di perusahaan.

Akuntansi biaya (cost accounting):
Bidang khusus akuntansi yang berkaitan terutama dengan akumulasi dan analisis biaya untuk penentuan harga pokok produk yang dihasilkan, serta untuk membantu manajemen dalam perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan.

Akuntansi (accounting):
Merupakan suatu kegiatan atau jasa yang berfungsi menyediakan informasi kuantitatif terutama yang bersifat keuangan mengenai kesatuan-kesatuan ekonomi tertentu kepada pihak-pihak yang berkepentingan, untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi.

Akuntansi keuangan (financial accounting):
Bidang khusus akuntansi yang berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan dan terutama ditujukan kepada berbagai pemakai eksternal atau pihak luar perusahaan, serta informasinya mencakup perusahaan secara keseluruhan.

Akuntansi manajemen (management accounting):
Bidang khusus akuntansi yang terutama berkaitan dengan pelaporan keuangan untuk penggunaan pemakai internal atau pihak dalam perusahaan, dalam hal ini adalah manajemen dari semua jenjang dalam organisasi perusahaan.

Akun rekening koran (R/K) kantor pusat:
Akun yang diselenggarakan di pabrik untuk mencatatat transaksi yang berhubungan dengan kantor pusat. Akun ini juga menunjukkan kekayaan kantor pusat pabrik.

Akun rekening koran (R/K) pabrik:
Akun yang diselenggarakan di kantor pusat untuk mencatat transaksi yang berhubungan dengan pabrik. Akun ini merupakan akun tandingan dari akun R/K kantor pusat pabrik dan menunjukkan investasi atau penyertaan dari kantor pusat di pabrik.

Arus produk:
Suatu beiituk aliran dari produk-produk dan biayanya dalam satu proses, yaitu mulai dari pemasukan bahan baku awal proses sampai keluar berupa bahan jadi.

Arus produk berurutan (sequential product flow):
Suatu bentuk arus produk di mana unit-unit produk mengalir melalui tahap-tahap produksi atau departemen-departemen dalam cara berurutan.

Arus produk paralel:
Suatu bentuk arus produk di mana bahan baku pada mulanya mengalir melalui beberapa departemen yang berbeda, hingga pada akhirnya bergabung dalam proses tahap terakhir atau tahap penyelesaian untuk menjadi barang jadi.

Arus produk selektif:
Suatu bentuk arus produk di mana bahan yang sama mengalir dalam beberapa tahap produksi atau urutan departemen yang berbeda, dan masing-masing urutan departemen dalam pengolahan tersebut akan menghasilkan barang : jadi yang berbeda.

Bagan organisasi perusahaan:
Suatu bagan yang menggambarkan dan menerangkan arus wewenang dan tanggung jawab yang ditetapkan atas jabatan-jabatan dari manajemen kunci dalam suatu perusahaan.

Bagan organisasi fungsi akuntansi:
Suatu bagan organisasi yang menggambarkan dan menerangkan arus wewenang dalam divisi akuntansi yang dipimpin oleh kontroler.

Barang rusak (spoiled goods):
Barang-barang yang tidak memenuhi standar produksi dan tidak memerlukan proses lebih lanjut untuk memperbaikinya.

Barang cacat (defective goods):
Barang-barang yang tidak memenuhi standar produksi dan harus diproses lebih lanjut agar memenuhi standar mutu yang ditentukan untuk kemudian dapat dijual.

Barang sisa (scrap):
Barang yang berasal dari pengolahan bahan, persediaan barang yang kuno, pembesituaan aset tetap, alat-alat atau suku cadang yang cacat atau pecah, dan dari proyek-proyek percobaan. Barang ini masih mempunyai nilai dan dapat dijual atau dimasukkan kembali ke dalam proses produksi untuk tujuan yang berbeda.

Barang sampah (waste):
Barang ini terjadi sama seperti barang sisa tetapi tidak mempunyai manfaat lagi dan dengan demikian tidak mempunyai nilai jual.

Basis distribusi atau alokasi biaya:
Suatu basis yang layak untuk mendistribusikan atau mengalokasikan biaya departemen tidak langsung atau biaya yang bersifat umum dan biaya departemen pendukung.
Dasar pengalokasian (cost allocation based): Suatu dasar yang dipilih untuk pembebanan biaya.

Beban (expense):
Biasanya terdiri atas beban yang berasal dari biaya (cost) yang telah habis masa manfaatnya, beban yang timbul dari penurunan aset atau kenaikan dalam kewajiban sehubungan dengan penyerahan barang dan jasa, serta pengeluaran-pengeluaran yang hanya memberi manfaat untuk tahun buku berjalan.

Beban departemen langsung (direct department charge):
Biaya-biaya yang terjadi atau berasal dari suatu departemen baik departemen produksi maupun departemen pendukung.

Beban departemen tidak langsung (indirect department charge):
Biaya-biaya yang terjadi di mana manfaatnya diterima secara bersama oleh beberapa departemen, sehingga biaya tersebut harus dialokasikan kepada masing-masing departemen tersebut dengan menggunakan suatu basis alokasi tertentu.

Biaya overhead pabrik yang dibebankan (applied factory overhead):
Biaya overhead pabrik yang dibebankan ke produksi pada kapasitas atau tingkat kegiatan yang dicapai

Biaya overhead pabrik yang lebih atau kurang dibebankan (over or underapplied factory overhead):
Kadang-kadang disebut juga selisih yaitu selisih lebih atau kurang yang diperoleh dengan membandingkan antara biaya overhead pabrik yang sesungguhnya dan biaya overhead pabrik yang dibebankan.

Biaya (cost):
Pengeluaran-pengeluaran atau nilai pengorbanan untuk memperoleh barang dan jasa yang mempunyai manfaat untuk masa yang akan datang, yaitu melebihi satu periode akuntansi. Biasanya jumlah ini disajikan dalam neraca sebagai elemen-elemen aset.

Biaya produk (product cost):
Biaya-biaya yang berhubungan dengan menghasilkan suatu produk, yaitu bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik.

Biaya periode (period cost):
Biaya-biaya yang berhubungan dengan periode waktu atau periode akuntansi, tetapi tidak berhubungan dengan produk.

Biaya produksi (manufacturing cost):
Biaya yang terjadi sehubungan dengan kegiatan manufaktur atau memproduksi suatu barang terdiri atas bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik.

Biaya utama (prime cost):
Biaya-biaya yang secara langsung berhubungan dengan produksi, yaitu jumlah biaya bahan langsung dan tenaga kerja langsung.

Biaya konversi (conversion cost):
Biaya-biaya yang terjadi dalam membantu mengolah bahan langsung menjadi produk yang selesai atau barang jadi, yaitu merupakan penggabungan atau penjumlahan biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.

Biaya bahan langsung (direct material cost):
Seluruh biaya perolehan dari bahan baku (raw material) yang secara integral telah membentuk barang jadi (finished goods), seperti kayu dalam membuat meja dan kursi.

Biaya tenaga kerja langsung (direct tabor cost):
Jumlah biaya upah dari tenaga kerja yang secara langsung ikut dalam proses produksi, seperti upah operator mesin pabrik.

Biaya overhead pabrik (factory overhead cost):
Semua biaya untuk memproduksi suatu produk selain dari bahan langsung dan tenaga kerja langsung, yaitu bahan tidak langsung, tenaga kerja tidak langsung, dan semua biaya tidak langsung lainnya.

Biaya variabel (variabel cost):
Biaya-biaya yang dalam total berubah secara proporsional dengan perubahan tingkat kegiatan atau volume.

Biaya tetap (fixed cost):
Biaya-biaya yang dalam total tidak berubah dengan adanya perubahan tingkat kegiatan atau volume.

Biaya semi variabel (semi variabel cost):
Biaya-biaya yang mempunyai atau mengandung unsur tetap dan unsur variabel.

Biaya bersama (joint costs):
Biaya-biaya yang timbul untuk menghasilkan dua jenis produk atau lebih dalam satu proses produksi yang dilakukan secara simultan, di mana terjadinya biaya-biaya ini terbatas sampai dengan titikpisah (spilt off point). Produk-produk ini dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: produk bersama (joint products) dan produk sampingan (by product).

Bukti permintaan bahan (material requisition):
Dokumen atau formulir untuk mengotorisasi pengeluaran bahan atau perlengkapan dari gudang.

Bon permintaan bahan (materials requestion):
Suatu formulir yang digunakan bagian produksi untuk meminta bahan dari gudang baik bahan langsung (bahan baku) maupun bahan tidak langsung.

Departemen produksi (production department):
Unit organisasi dari suatu perusahaan manufaktur yang mempunyai fungsi melakukan proses produksi secara langsung baik dengan tangan maupun mesin.

Departemen pendukung (service department):
Unit organisasi yang secara tidak langsung ikut membantu proses produksi untuk menghasilkan suatu produk.

Departementalisasi biaya overhead pabrik (departementalization of factory overhead):
Pembagian pabrik menjadi beberapa bagian atau departemen, pusat biaya atau unit yang lebih kecil, yaitu kelompok biaya, di mana biaya overhead pabrik dibebankan.  
 
Fungsi lini:
Fungsi-fungsi dalam organisasi yang berkaitan dengan masalah-masalah pengambilan keputusan, bimbingan atau pengarahan, dan supervisi.

Fungsi staf:
Fungsi-fungsi penunjang dalam organisasi yang berkaitan dengan pemberian nasihat dan supervisi kepada anggota-anggota dari fungsi lini.

Formulir permintaan pembelian (purchase requisition):
Formulir yang digunakan untuk meminta bagian pembelian melakukan pembelian atas barang-barang yang diperlukan.

Formulir order pembelian (purchase order):
Formulir yang digunakan untuk melakukan pemesanan barang kepada rekanan (supplier) dengan harga, waktu penyerahan, dan syarat pembayaran yang ditetapkan.

Jangka waktu perolehan barang (lead time):
Periode waktu antara saat melakukan pemesanan bahan hingga saat bahan datang.

Kapasitas praktis (practical capacity):
Suatu kapasitas atau tingkat kegiatan yang telah mempertimbangkan adanya kendala-kendala internal, seperti kerusakan mesin, kekurangan tenaga, dan sebagainya.

Kapasitas yang sesungguhnya diharapkan (expected actual capacity):
Suatu kapasitas atau tingkat kegiatan yang sesungguhnya diharapkan pada periode-periode jangka pendek yang berikutnya.

Kapasitas teoretis (theoretical capacity):
Suatu kapasitas atau tingkat kegiatan tertinggi yang melakukan produksi dalam kecepatan penuh tanpa rintangan.

Kapasitas normal (normal capacity):
Suatu kapasitas atau tingkat kegiatan yang telah mengakui sekaligus adanya kendala-kendala internal maupun kendala-kendala eksternal seperti kekurangan pesanan dan Iain-lain. Kapasitas ini berdasarkan kepada permintaan dan penaksiran produksi jangka panjang.

Kartu harga pokok (job order cost sheet):Suatu formulir untuk mengikhtisarkan biaya-biaya yang dibebankan pada masing-masing pekerjaan (job) yang terdiri atas bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik.

Kartu waktu (time cards):
Kartu untuk menyediakan data atau catatan mengenai waktu datang dan waktu pulang atau jumlah jam kerja harian dari setiap karyawan dengan cara memasukkan kartu tersebut ke dalam mesin pencatat waktu (time clock).

Kerugian (loss):
Biaya (cost) dari barang atau jasa yang pada saat diperoleh tidak memberikan atau mempunyai manfaat sama sekali karena kondisi-kondisi tertentu.

Kerusakan abnormal (abnormal spoilage):
Kerusakan yang dianggap melebihi keadaan yang normal untuk suatu proses produksi dan disebabkan oleh suatu kejadian yang tidak diharapkan, dan sebetulnya dapat dihindarkan.
 
Kerusakan normal (normal spoilage):
Kerusakan yang tidak dapat dihindari dalam suatu proses produksi yang berjalan secara efisien.

Kuantitas pesanan ekonomi:
Kuantitas persediaan untuk satu kali pemesanan dengan biaya persediaan tahunan yang minimum.

Kupon waktu (labor time ticket):
Kupon yang menyediakan data dan catatan mengenai jumlah jam yang digunakan oleh seorang karyawan atas suatu pekerjaan. Kupon ini merupakan sumber untuk mendistribusikan biaya tenaga kerja kepada pekerjaan-pekerjaan dan biasanya kupon ini disiapkan secara harian.

Laporan biaya produksi (cost of production report):
Suatu formulir yang digunakan untuk menyajikan jumlah biaya yang dihimpun atau dibebankan oleh suatu departemen dalam suatu periode atau bulan, dan sekaligus menunjukkan penjelasan atau pertanggungjawaban dari jumlah biaya tersebut. Laporan biaya produksi merupakan buku tambahan (subsidiary ledger) dari akun buku besar barang dalam proses dalam metode harga pokok proses, dan sumber informasi untuk pembuatan ayat-ayat jurnal dalam bentuk ikhtisar untuk mencatat biaya produksi.

Laporan penerimaan (receiving report):
Formulir yang dikeluarkan oleh bagian penerimaan untuk melaporkan kuantitas dan kondisi dari barang-barang yang diterima oleh perusahaan.

Level unit (output unit level):
Sumber daya yang digunakan untuk aktivitas yang akan meningkat pada setiap unit produksi/jasa yang dihasilkan.

Level kelompok unit tertentu (batch level):
Sumber daya yang digunakan untuk aktivitas yang akan terkait dengan sekelompok unit produk/jasa yang dihasilkan.

Level produk/jasa tertentu (product/service sustaining level):
Sumber daya yang digunakan untuk aktivitas menghasilkan suatu produk dan jasa.

Level fasilitas tertentu (facility sustaining level):
Sumber daya yang digunakan untuk aktivitas yang tidak dapat dihubungkan secara langsung dengan produk/jasa yang dihasilkan tetapi untuk mendukung organisasi secara keseluruhan.

Metode aljabar:
Metode alokasi biaya ini menggunakan teknik aljabar yang menggambarkan adanya penggunaan jasa timbal balik antara suatu departemen pendukung dengan departemen pendukung

Metode alokasi langsung (direct method):
Metode alokasi biaya yang mendistribusikan biaya dalam setiap departemen pendukung hanya kepada departemen produksi saja.

Metode alokasi bertahap (step method):
Metode alokasi biaya yang mendistribusikan biaya departemen pendukung tidak hanya kepada departemen produksi, tetapi juga kepada departemen pendukung lainnya yang belum melakukan pendistribusian atau pengalokasian biaya.

Metode FIFO:
Suatu metode penentuan harga pokok dari bahan yang dipakai untuk produksi. Metode ini mempunyai anggapan bahwa secara fisik, maupun biayanya bahan yang dikeluarkan untuk produksi berasal dari bahan yang pertama dibeli. Dengan demikian persediaan dinilai dengan harga dari pembeHan terakhir. Dalam penerapannya, metode FIFO dan metode harga pokok lainnya hanya didasarkan pada arus biayanya.

Metode LIFO:
Metode harga pokok ini mempunyai anggapan bahwa bahan yang terakhir diterima adalah yang pertama dikeluarkan untuk produksi. Dengan demikian persediaan akhir, dinilai dengan harga dari pembelian pertama atau persediaan awal.

Metode harga pokok pesanan (job order coasting):
Sistem akuntansi biaya perpetual yang mencatat dan mengumpulkan biaya berdasarkan pekerjaan.

Metode harga pokok proses (process costing):
Adalah salah satu dari metode akumulasi biaya yang menghimpun biaya berdasarkan departemen-departemen dalam menentukan harga pokok per unit. Biasanya metode ini digunakan dalam kondisi produksi yang bersifat masal dan dilaksanakan secara berkesinambungan.

Metode Harga Produk Rata-rata Tertimbang (average costing):
Adalah metode akuntansi yang digunakan dalam menentukan harga pokok atau biaya per unit dari produk yang selesai untuk masing-masing departemen produksi, di mana biaya per unit dihitung dengan cara menambahkan elemen biaya dari barang dalam proses awal periode dengan elemen biaya yang sama yang ditambahkan pada periode berjalan dan dibagi dengan angka produksi ekuivalen.

Metode Harga Pokok FIFO (first-in first-out costing):
Adalah metode akuntansi yang digunakan dalam menentukan harga pokok atau biaya per unit dari produk yang selesai untuk masing-masing departemen produksi, di mana unit dan biaya dari persediaan barang dalam proses pada awal periode dihitung dan dilaporkan secara terpisah dari unit yang selesai yang berasal dari produksi periode yang sekarang. Dengan demikian, dalam metode ini dihasilkan dua angka harga pokok atau biaya per unit dari produk yang selesai.


Metode Just in Time:
Merupakan suatu bentuk pengendahan bahan dan produk dengan cara tidak memiliki persediaan.

Metode minimum-maksiniuni (min-max method):
Suatu metode pengendalian persediaan yang menetapkan tingkat persediaan minimum dan maksimum untuk mencegah terjadinya kekurangan atau kehabisan persediaan selama suatu periode pemesanan kembali.

Metode rata-rata:
Metode ini menetapkan harga rata-rata tertimbang yaitu dengan jalan membagi jumlah nilai rupiah dari persediaan barang yang ada setelah ditambah dengan nilai transaksi pembehan dengan seluruh jumlah unitnya.


Metode siklus pemesanan (order cycling method):
Suatu metode pengendalian persediaan yang menelaah secara periodik mengenai kuantitas dari elemen bahan yang ada dalam persediaan, dan biasanya diikuti dengan melakukan pemesanan atas setiap jenis bahan yang telah ditelaah.


Objek biaya (cost object):
Sesuatu yang menjadi dasar pengukuran biaya.

Pemicu biaya (cost drivers):
Faktor-faktor yang dapat menyebabkan perubahan dalam biaya dari suatu aktivitas dan digunakan sebagai basis untuk mengalokasikan biaya-biaya dari aktivitas tersebut kepada produk-produk.

Pengelompokan biaya (costpool):
Proses pengelompokan biaya-biaya yang sama.

Penelitian pabrik (factory survey):
Suatu kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk tujuan menetapkan basis alokasi untuk mendistribusikan atau mengalokasikan biaya tidak langsung dan biaya departemen pendukung.

Penentuan biaya atau harga pokok berdasarkan aktivitas (activity based costing):
Suatu sistem informasi biaya yang menyelenggarakan dan mengolah data berdasarkan aktivitas-aktivitas perusahaan dan produk-produk.

Perencanaan (planning):
Suatu usaha untuk merumuskan tujuan-tujuan dan menyusun program operasi yang lengkap untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, termasuk proses penentuan strategi untuk jangka panjang dan jangka pendek.

Pengendalian (control):
Suatu usaha untuk melakukan perbandingan secara kontinyu antara pelaksanaan dengan perencanaan yang ditetapkan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah dirumuskan.  

Pengeluaran pendapatan (revenue expenditure):
Biaya peiiode yang member! atau mempunyai manfaat hanya untuk periode akuntansi yang berjalan.

Pengeluaran modal (capital expenditure):
Biaya periode yang dapat memberi manfaat untuk beberapa periode akuntansi.

Produksi ekuivalen (equivalent production):
Merupakan suatu jumlah unit yang dianggap selesai, di mana terdiri atas jumlah unit yang selesai dan jumlah unit barang dalam proses yang ditetapkan selesai (jumlah unit barang dalam proses x tingkat penyelesaiannya).

Rencana ABC (ABC plan):
Suatu metode pengendalian persediaan yang selektif, dengan mengelompokkan bahan menurut besar kecilnya nilai total dari bahan tersebut.

Selisih anggaran (spending variance):
Selisih antara biaya overhead pabrik yang sesungguhnya pada kapasitas yang dicapai dengan biaya overhead pabrik yang dianggarkan (budget allowance) pada kapasitas atau tingkat kegiatan yang dicapai.

Selisih kapasitas (capacity variance):
Selisih antara biaya overhead pabrik yang dianggarkan dan biaya overhead yang dibebankan.
 
Sistem periodik (periodic inventory system):
Suatu sistem pencatatan persediaan di mana dalam menetapkan persediaan harus dilakukan penghitungan fisik atas barang yang ada di gudang. Dengan demikian dapat dihitung nilai persediaan akhir dan biaya bahan yang digunakan untuk produksi.

Sistem perpetual (perpetual inventory system):
Suatu sistem pencatatan persediaan yang mencatat penambahan dan pengurangan persediaan secara terus-menerus. Dengan demikian biaya bahan yang digunakan untuk produksi dan nilai persediaan akhir dari bahan dapat ditetapkan dan diketahui setiap saat.

Tarif biaya overhead pabrik (factory overhead rate):
Suatu tarif yang digunakan dalam membebankan taksiran biaya overhead pabrik ke produksi. Tarif ini diperoleh dengan membagi biaya overhead pabrik taksiran dengan basis alokasi tertentu, seperti jumlah tenaga kerja langsung atau jumlah jam mesin.

Titik pemesanan kembali (reorder point):
Suatu saat di mana perusahaan harus melakukan pemesanan kembali atas bahan. Hal ini sangat dipengaruhi oleh waktu perolehan barang (lead time) dan persediaan pengaman (safety stock). 

Value chain:
Urutan dalam tahapan kegiatan usaha (mulai dari riset dan pengembangan hingga layanan purna jual) untuk selalu memberikan nilai tambah bagi produk dan jasa yang dihasilkan dengan tujuan meningkatkan kepuasan konsumen.

Value re-engineering:
PAroses evaluasi seluruh aspek dari value chain secara sistematis dengan tujuan menurunkan biaya namun dengan kualitas yang baik dan memuaskan keinginan konsumen.



Definisi Istilah

Kegiatan adalah elemen pekerjaan yang harus dilakukan untuk menyelesaikan sebuah proyek, melainkan sebuah proses atau operasi yang membutuhkan waktu dan sumber daya terkait.

Penetapan biaya berdasarkan aktivitas (ABC) adalah alat manajemen kualitas total biaya dan pengukuran kinerja kegiatan, sumber daya, dan objek biaya (yaitu, produk dan jasa). ABC juga dikenal sebagai “horisontal” atau biaya crossfunctional melihat dan dapat memberikan wawasan berdasarkan fakta ke dalam pengeluaran dan profitabilitas produk, layanan, pelanggan, kabupaten, jalur distribusi, dan sebagainya.

Manajemen berdasarkan aktivitas (ABM) adalah manajemen kualitas total disiplin mengenai pengelolaan proses kegiatan perbaikan untuk menurunkan biaya dalam sebuah organisasi. ABM mencakup kegiatan seperti sopir biaya analisis, pengukuran kinerja dan peluang perbaikan proses.

Activity-based budgeting (ABB) adalah TQM alat perencanaan keuangan dengan identifikasi kebutuhan pelanggan dalam hal volume produk atau jasa untuk tujuan anggaran. Bersama-sama dengan ABC / M, ABB membentuk dasar yang kuat untuk perencanaan dan anggaran kualitas pelaporan.

Penilaian Biaya-biaya yang berhubungan dengan kegiatan seperti mengukur, mengevaluasi atau produk atau jasa audit untuk memastikan kepatuhan terhadap kualitas spesifikasi dan standar kinerja. Contoh-contoh meliputi biaya penilaian evaluasi dan penilaian, inspeksi program, dan kegiatan tes dan pengukuran.

Chart of Account adalah metode numerik yang sistematis digunakan untuk mengidentifikasi berbagai kategori pengeluaran. Metode mensegregasikan biaya yang timbul menjadi unsur-unsur biaya untuk tujuan akuntansi.

Biaya adalah jumlah yang diukur dengan uang dalam pertimbangan barang atau jasa. Biaya dapat termasuk uang tunai yang dikeluarkan, kewajiban yang dikeluarkan, dan sumber daya (yakni waktu, manusia dan modal). “Biaya adalah salah satu dari tiga atribut mendasar terkait dengan melakukan suatu kegiatan atau akuisisi aset. Ada harga (biaya), fitur (kinerja), dan ketersediaan (jadwal).

Biaya di Penyelesaian adalah arus, proyeksi biaya apa biaya total final akan berada di penyelesaian proyek atau akuisisi aset.

Biaya Memperkirakan adalah kumpulan kegiatan untuk memperkirakan biaya atau kuantitas sumber daya yang dibutuhkan untuk membuat atau memberikan aset berwujud atau tidak berwujud.

Biaya Forecasting sangat mirip dengan proses estimasi biaya. Kunci yang berbeda antara perkiraan biaya dan perkiraan biaya adalah perkiraan biaya yang dihitung untuk kegiatan masa depan, sementara perkiraan biaya adalah ramalan biaya atau pada penyelesaian setiap unsur-unsur biaya yang luar biasa diperlukan untuk menciptakan suatu aset.

Biaya kecocokan adalah biaya pencegahan dan penilaian kegiatan untuk memenuhi standar yang sudah ditentukan sebelumnya atau pelanggan ‘persyaratan.

Biaya Nonconformance adalah biaya kegagalan internal atau eksternal. Juga, melihat kegagalan internal dan eksternal biaya.

Biaya Kualitas (coq) adalah biaya sebuah proses bebas dari kesalahan. Hal ini dapat dibagi ke dalam biaya kesesuaian dan ketidaksesuaian.

Biaya untuk Penyelesaian adalah arus, proyeksi biaya apa yang menonjol akan biaya total untuk penyelesaian suatu proyek atau akuisisi aset.

Biaya tren diperkirakan berdasarkan informasi biaya historis yang dikumpulkan dari pengalaman aktual selama durasi yang telah ditetapkan. Informasi tren biaya ini berfokus pada bagaimana anggaran dan pengeluaran akan berdampak relatif terhadap prestasi fisik atau nilai yang diterima.

Decision Support System (DSS) didefinisikan sebagai suatu sistem berbasis komputer yang membantu pengambilan keputusan atau keputusan. Ini adalah sebuah interaktif dan sistem informasi beradaptasi dikembangkan untuk mendukung solusi dan memberikan wawasan non-struktur dan sistem manajemen fleksibel.

Biaya langsung adalah biaya yang dikeluarkan semata-mata untuk menghasilkan produk atau memberikan pelayanan. Artinya, biaya langsung dapat diidentifikasi dengan akhir, produk atau jasa tertentu.

Kesalahan Gratis Biaya adalah “do-it-rightthe-first-time” biaya untuk aktivitas-aktivitas seperti perencanaan, pengendalian, audit, atau memperbaiki kualitas buruk.

Essential Kegiatan merujuk ke nilai-menambahkan atau menambahkan nonvalue-tugas yang dituntut untuk dilakukan dalam proses (atau sekumpulan kegiatan) untuk mencapai nilai yang dihasilkan (produk atau jasa) yang diinginkan pelanggan.

Biaya Kegagalan Eksternal pengeluaran dari produk atau jasa gagal memenuhi pra-menetapkan standar atau kebutuhan pelanggan. Biaya ini terjadi setelah pengiriman produk atau layanan kepada pelanggan. Contoh biaya kegagalan eksternal meliputi biaya jaminan, kewajiban klaim, paparan hukum, penggantian biaya, dan keluhan dan kehilangan loyalitas pelanggan.

Biaya Tetap adalah unsur-unsur biaya yang diperlukan dalam akuisisi aset berwujud atau tidak berwujud secara independen dari volume usaha kerja atau output. Contoh biaya tetap meliputi biaya lisensi atau izin, penggunaan peralatan modal dan satu kali biaya kesetiaan.

Biaya tidak langsung adalah biaya yang diperlukan untuk mendukung proses atau kegiatan yang dapat dikaitkan secara langsung dengan produk atau layanan akhir.

Biaya Kegagalan Internal biaya karena produk atau jasa gagal memenuhi pra-menetapkan standar atau kebutuhan pelanggan. Biaya-biaya tersebut terjadi sebelum pengiriman produk atau layanan kepada pelanggan. Contoh dari biaya kegagalan internal memo, pengerjaan ulang, perbaikan tak terjadwal dan kehilangan produktivitas waktu.

Life-Cycle Costing (LCC) memperkirakan biaya memperoleh, memelihara dan membuang aset. LCC adalah biaya total kepemilikan, termasuk semua biaya yang diperkirakan untuk merancang, mengembangkan, memproduksi, membangun, memelihara, memperbaiki dan membuang aset tersebut.

Overhead merupakan biaya atau pengeluaran yang dikeluarkan dalam melakukan suatu operasi yang tidak dapat dengan mudah diidentifikasi secara langsung dengan produk atau layanan, yaitu historis mereka secara sewenang-wenang atau subjektif dialokasikan berdasarkan persentase yang telah ditetapkan biaya langsung.

Pencegahan Biaya biaya yang diperlukan kegiatan yang dirancang untuk mencegah berkualitas buruk dalam produk manufaktur atau jasa pengiriman. Contoh dari biaya pencegahan pelatihan kualitas, proses desain, pemeliharaan preventif dan kualitas audit.

Total Quality Management (TQM) adalah strategi manajemen dan kualitas kesadaran dalam semua proses manufaktur dan jasa. TQM berusaha untuk menciptakan kepuasan pelanggan dan karyawan pada biaya riil yang lebih rendah tiba-tiba dan berkesinambungan melalui kualitas, upaya perbaikan proses. Strategi pengelolaan ini melibatkan seluruh organisasi, rantai pasokan dan siklus hidup produk untuk mencapai sukses jangka panjang.

Nilai-Menambahkan Kegiatan mengacu pada tugas menciptakan nilai tambah pada tahap tertentu produksi di mata para pengguna akhir atau konsumen.

Value Stream atau Rantai didefinisikan sebagai kumpulan kegiatan, biasanya memakan sumber daya, di mana suatu produk atau jasa harus melalui untuk memperoleh nilai yang menghasilkan keinginan pelanggan. Kegiatan tersebut dapat mencakup nilai-menambahkan, nonvalue-menambahkan, penting atau tidak penting tugas-tugas sebagai akibat dari, misalnya, proses desain dan pengembangan, visi organisasi, apapun yang sedang atau akan undang-undang dan hukum dan masyarakat atau tekanan lingkungan.

Biaya Variabel adalah unsur-unsur biaya yang diperlukan dalam akuisisi aset berwujud atau tidak berwujud dependently dari volume usaha kerja atau output. Contoh-contoh meliputi biaya variabel produksi material dan biaya tenaga kerja, biaya produksi dan volume utilitas berbasis biaya royalti.



REVIEW OF THE LITERATURE

Kerja tesis dilakukan dalam konteks yang ada relevan dengan pekerjaan yang diterbitkan baik kualitas total manajemen dan biaya badan rekayasa pengetahuan. Diskusi berikut referensi literatur seperti belajar, yang meliputi pengetahuan dan temuan-temuan yang terkait dengan fokus topik tesis, melalui pemeriksaan menyeluruh pada penetapan biaya berdasarkan aktivitas dan manajemen (ABC / M) teori dan aplikasinya dibandingkan dengan akuntansi biaya konvensional sistem keseluruhan dan akhirnya rekomendasi dari penelitian.

Tinjauan terhadap sastra akan dibahas melalui sudut pandang teoretis terkait dengan penekanan pada awal memberikan pengetahuan dasar ABC / M alat di bawah kerangka kerja manajemen kualitas total, yang berkaitan dengan bukti yang mendukung riset latar belakang.

Penekanan dari tinjauan literatur akan terus menampilkan bahan-bahan studi yang berkaitan dengan kualitas serupa lainnya daerah atau topik selain penyelidikan pekerjaan lain di titik pandang yang berbeda.

Upaya peninjauan ini akan mencakup publikasi profesional berhubungan teoretis fundamental, kualitas dan biaya pendapat ahli, penelitian penemuan, dan contoh studi kasus untuk mendukung klaim fokus dari tesis ini bekerja.

Keterampilan Pengetahuan of Cost Engineering, oleh AACE International, meletakkan dasar yang kuat dari unsur-unsur biaya dan konsep biaya berdasarkan aktivitas dan manajemen. Studi tentang unsur-unsur biaya oleh Franklin D. Postula menggambarkan pemahaman dasar yang membentuk biaya (yaitu sumber daya dalam hal materi, tenaga kerja dan overhead lainnya) dan penggunaan unsur-unsur biaya untuk lebih memahami bagaimana biaya yang dikumpulkan, dirangkum, dan melaporkan tiba pada, atau untuk, pengukuran dan analisis biaya total proses untuk manufaktur dan industri jasa.

Selain itu, konsep penetapan biaya activitybased oleh Gary Cokins penyelidikan meliputi sifat dan terkait perbandingan alokasi biaya dengan akuntansi biaya tradisional dan ABC / M sistem. Selain itu, memberikan penjelasan yang diperlukan tentang bagaimana driver menyebabkan biaya pengeluaran terjadi dan bagaimana ABC / M dapat digunakan di daerah-daerah strategis seperti manajemen sebagai biaya, analisis margin keuntungan, biaya kualitas dan produktivitas dan penggunaan aset. Ruang lingkup dan pengamatan ABC / M digunakan dalam perusahaan versus lokal-lebar adalah melihat ke dalam untuk menggambarkan “sebagian besar ABC / M alat ini diterapkan pada himpunan bagian dari proses organisasi untuk perbaikan.”

Tinjauan terhadap Keterampilan \u0026 Pengetahuan Teknik Biaya memberikan fondasi awal yang diperlukan dalam tesis bekerja untuk memastikan bahwa yang dimaksud authences, baik pemula dan ahli di bidang biaya, mendapatkan pemahaman yang lebih baik dari topik dan bahwa mereka dapat mengikuti penelitian yang sama, pengetahuan umum kerangka jangka rekayasa biaya tubuh pengetahuan.

Pengelolaan dan Pengendalian Mutu, oleh James R. Evans dan William M. Lindsay, menangkap konsep dan pentingnya mutu total biaya melalui penerapan manajemen mutu dan manajemen activitybased penetapan biaya. Ini menggambarkan peranan sistem akuntansi standar dalam bisnis setiap hari baik untuk internal dan eksternal digunakan. Para penulis, di samping, menunjukkan kurangnya struktur dalam atau untuk mendukung bidang-of-biaya kualitas dan efisiensi dan efektivitas alokasi pengeluaran.

Konsep penetapan biaya berdasarkan aktivitas didefinisikan lebih lanjut dalam buku ini berkenaan dengan “pekerjaan (atau kegiatan) yang mengkonsumsi sumber daya dan memberikan nilai dalam bisnis”. Selain itu, aplikasi dan manfaat dari ABC / M yang diperkenalkan sebagai alat dan tenaga untuk lebih baik mengalokasikan biaya, pengeluaran untuk melacak produk atau jasa, dan mengukur apa adanya peningkatan kualitas proses untuk kesempatan.

Referensi kepada manajemen dan kontrol kualitas memberikan fondasi yang diperlukan dan link yang jelas dari manajemen activitybased biaya dan pendekatan dalam kerangka kerja TQM. Menekankan kebutuhan sebuah metode penetapan biaya bagi para pengambil keputusan dan kualitas profesional yang dapat menutup kesenjangan dalam sistem akuntansi konvensional.

Mengapa Gagal Kualitas Tradisional Accounting Manager?, Oleh Gary Cokins, menjawab pertanyaan bahwa penetapan biaya berdasarkan aktivitas adalah solusi untuk cara konvensional biaya pelaporan [3]. Ini mendasarkan argumennya pada fakta bahwa saat ini dukungan sistem buku besar akuntansi dan pelaporan organisasi persyaratan tetapi tidak memadai untuk penggunaan internal atau untuk proses pengambilan keputusan berbasis. Artikel tersebut juga mengungkapkan kekurangan-kekurangan dalam sistem biaya standar sebagai sistem tidak lengkap dan diproses; misallocates tidak langsung atau biaya overhead dan kekurangan struktural untuk memungkinkan pengambil keputusan untuk mengukur dan menganalisa pengeluaran.

Untuk menggambarkan penalaran, Cokins disediakan berdampingan contoh bagaimana biaya ditangkap, diringkas dan dilaporkan melalui jurnal umum dan ABC / M database format. Ketidakcukupan sistem buku besar umum melalui organisasi (atau “vertikal”) batas-batas ini ditujukan pada hari ini operasi lintas-fungsional. Tinjauan terhadap Mengapa Gagal Kualitas Tradisional Accounting Manager? membuktikan bahwa sistem akuntansi tradisional memberikan laporan yang membuat kualitas para manajer dan praktisi bahagia atau sedih, namun kegiatan berbasis metodologi penetapan biaya mendidik dan membuat mereka lebih cerdas dalam mengecilkan biaya sebenarnya proses, produk atau jasa.

Mengukur Kualitas Biaya untuk Manajemen, oleh Gary Cokins, menyelidiki biaya kualitas (coq) pada operasional dan tingkat lebih strategis melalui penggunaan alat-alat finansial. Artikel mengakui bahwa perusahaan-perusahaan seringkali tidak dapat dengan mudah menghitung besarnya keuntungan atau kerugian dari inisiatif kualitas. Hal ini karena kurangnya berdasarkan fakta-data dan perkiraan yang wajar dari sistem akuntansi tradisional, yang merupakan dasar pengambilan keputusan dan untuk memprioritaskan pengeluaran.

Solusi yang disarankan kuantifikasi yang ada sistem buku besar adalah biaya kategorisasi kualitas melalui penetapan biaya berdasarkan aktivitas dan pendekatan manajemen. Penulis dikomunikasikan lebih lanjut aplikasi dan manfaat dari sistem kata dalam mengidentifikasi biaya komponen Coq: kesesuaian (yaitu, kegiatan pencegahan dan penilaian) dan nonconformance (yaitu, kegagalan internal dan eksternal). Selain itu, ia menunjukkan dalam artikel bahwa “data biaya valid akan memberikan gerakan kualitas lebih legitimasi” sebagai fakta pengukuran finansial berbasis kualitas membenarkan investasi dan menentukan apakah tujuan inisiatif telah terpenuhi atau terlampaui. Singkatnya, tinjauan terhadap Mengukur Biaya Manajemen Kualitas untuk memberikan bukti pendukung dalam sudut pandang yang berbeda dan melalui konsep biaya kualitas. Ini mengakui nilai dan kebutuhan data factbased mendapatkan wawasan tentang penyebab masalah dan pembenaran investasi proyek-proyek berkualitas.

Brian Muskell menjelaskan sudut pandang yang unik dalam Memecahkan Soal Biaya Standar artikel yang pendekatan penetapan biaya standar ini dikembangkan untuk memenuhi persyaratan pengambilan keputusan di organisasi jenis produksi massal pada pertengahan abad ke-20. Perubahan terbaru dan transisi dari massa untuk lean manufacturing telah berubah menjadi rute penting untuk tetap kompetitif secara nasional dan global. Di samping itu, perubahan yang telah membuat cara konvensional untuk mendekati biaya menjadi tidak cocok untuk inisiatif ramping.

Akibatnya, Muskell menyarankan yang berbeda melihat biaya melalui nilai-uap berbasis metodologi, yaitu biaya produk (atau jasa) akan bervariasi sesuai dengan tenaga kerja, bahan dan biaya overhead dapat dialihkan ke kegiatan hanya dalam value stream dan aliran yang optimal dari suatu proses. Pelaporan dari “uap nilai keuntungan” juga ditujukan dalam menemukan sebagai sederhana, hasil serupa akuntansi biaya yang digunakan untuk menciptakan value stream biaya. Dengan upaya-upaya untuk mengidentifikasi biaya dan keuntungan baik melalui value stream, dia menunjukkan bahwa nilai sekarang aliran manajer dapat mengerti, mengukur dan menjadi bertanggung jawab atas biaya, efisiensi dan nilai yang dihasilkan oleh semua nilai tambah atau penting, kegiatan yang terkait dalam proses.

Continuous Improvement: An Activity-Based Model, oleh Agrawal, Rezaee dan Pak, muncul untuk mendukung metodologi yang sama upaya perbaikan terus-menerus dengan memulai pada tingkat kegiatan. Untuk mengilustrasikan, seluruh kegiatan dalam nilai atau rantai pasokan dapat digolongkan dalam salah satu dari empat kategori:

* Nilai-menambah dan penting;
* Nilai tambah tetapi yang tidak penting;
* Nonvalue-menambahkan tapi penting; dan,
* Nonvalue-menambah dan nonesensial

Definisi dan hierarki masing-masing kegiatan klasifikasi meledak di artikel dalam proses details for kualitas manajer dan profesional. Ini termasuk saran cara untuk meningkatkan proses dengan menghilangkan menambahkan nonvalue-kegiatan (disebut limbah) dan meminimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak penting. Konsep biaya untuk mengasosiasikan kegiatan yang membantu mengevaluasi kegiatan harus difokuskan sebagai penting dan menciptakan nilai dalam value stream [6]. Oleh karena itu, inisiatif perbaikan proses yang berkelanjutan dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan dan produk atau biaya jasa melalui model berdasarkan aktivitas.

Perencanaan dan Penganggaran untuk Kualitas: An Activity-Based Approach, oleh Mike Roberts, Andrew Muras dan Daryl Paschall, menunjukkan bahwa kebutuhan para profesional kualitas alat terbaru untuk menyediakan informasi keuangan yang diperlukan sehingga keputusan yang baik dapat dibuat tanpa mahal inefisiensi dan untuk tetap bersaing di pasar global dewasa ini [H]. Artikel merekomendasikan penggunaan aktivitas pendekatan berbasis biaya, termasuk yang berikut.

* Penganggaran dan teknik manajemen untuk menangkap dan mengalokasikan biaya;
* Mengukur kinerja kegiatan, sumber daya dan objek biaya (yaitu, produk dan jasa); dan
* Perencanaan volume produk atau jasa untuk tujuan anggaran.

Para penulis ilustrasi dan didukung studi mereka dengan enam langkah pendekatan manajemen berdasarkan aktivitas di bawah FastTrack ABM, sebuah metode sampel praktek terbaik untuk lebih memahami pelaksanaan ABC / M.

Adopsi dan Pelaksanaan Kegiatan-Based Costing: A Web-Based Survey, oleh Roztocki dan Schultz, menyediakan berbasis web dan hasil survei mengenai status penetapan biaya berdasarkan aktivitas dalam hal adopsi dan pelaksanaan.

Studi menyatakan pendekatan biaya ABC telah dilaksanakan awalnya oleh perusahaan manufaktur besar. Namun, penelitian survei mengungkapkan tingkat mengadopsi penetapan biaya berdasarkan aktivitas yang sama untuk kedua perusahaan manufaktur dan jasa.

Selain itu, Roztocki dan Schultz menemukan bahwa perusahaan besar lebih mungkin untuk mengadopsi metodologi ABC dan mengambil manfaat dari adopsi dari perusahaan-perusahaan kecil. Hal ini karena perusahaan besar cenderung memiliki lebih banyak campuran beragam produk dan jasa dan memiliki lebih banyak personil khusus yang mengenal dan dikenal dengan pendekatan ABC. Sebagai hasil dari tinjauan terhadap artikel, dapat menyarankan bahwa penetapan biaya berdasarkan aktivitas alat ini sangat berlaku bagi industri manufaktur dan jasa.

Sistem ABC akan Anda Memiliki Apa yang Dibutuhkan?, Oleh Searcy dan Roberts, mengakui dan menunjukkan kelemahan ABC paradoks. Selain itu, artikel menyarankan solusi ABC dimasukkan dengan perusahaan sistem pendukung keputusan (DSS) dengan tidak hanya mengumpulkan, pencatatan dan pelaporan informasi melalui ABC, tetapi juga menganalisis data untuk membantu para pengambil keputusan. Ini mencakup kemampuan untuk melakukan apa-jika skenario, biaya driver dan penilaian dampak mereka atau inisiatif perbaikan proses penilaian laba atas investasi. Baik Searcy dan Roberts pertanyaan sulit menyatakan bahwa para manajer dan praktisi kualitas harus bertanya untuk keberhasilan yang lebih tinggi dan tingkat useracceptance ABC. Ini termasuk, misalnya, “Apakah sistem ABC mengandung up-to-date informasi?,” “Apakah sistem ABC memiliki alat-alat analisis yang tersedia?” dan “Apakah sistem ABC user-friendly?”

Dalam Menerapkan Activity-Based Costing dalam Industri Perbankan, Jeffery Witherite dan Kim Il-Woon mengakui penetapan biaya berdasarkan aktivitas diterima secara luas sebagai pendekatan yang superior untuk mengalokasikan overhead baik dalam industri manufaktur dan jasa. Mayor langkah-demi-langkah dalam industri kue diberikan dalam penelitian mereka sebagai contoh untuk mendukung klaim seperti itu. Selain itu, implementasi ABC kunci keberhasilan tantangan dan dibahas dalam artikel untuk membantu pengambil keputusan dan manajemen mengevaluasi tingkat usaha yang diperlukan untuk menerapkan sistem biaya tersebut.

METODOLOGI

Hari ini sistem akuntansi biaya tradisional perusahaan-lebar mendukung pelaporan keuangan dan mengukur kesehatan bisnis. Namun, pendekatan konvensional ini biaya agak sedikit nilai kualitas praktisi dan pembuat keputusan dalam bidang alokasi biaya dalam value stream; biaya kualitas atau kualitas buruk di perusahaan; dan penganggaran untuk meramalkan atau kualitas.

Penelitian tesis ini akan membuktikan penetapan biaya berdasarkan aktivitas manajemen dan kualitas alat dan solusi kekurangan biaya kualitas standar kerja akuntansi di bidang manajemen kualitas total. Hal ini termasuk pengenalan kepada konsep ABC / M; yang penting dalam penetapan biaya horisontal pendekatan dalam value stream; ABC / M untuk mengidentifikasi dan mengurangi biaya kualitas (coq), dan penganggaran dan upaya prakiraan berdasarkan aktivitas melalui model.

Artikel ini akan memperkenalkan kualitas profesional dan pengambil keputusan pendekatan yang berbeda untuk mendefinisikan biaya benar dalam proses lintas fungsional. Ini termasuk penelitian dan penerapan kegiatan berbasis biaya dan pendekatan manajemen dalam kerangka kerja manajemen kualitas total dalam kompetisi global saat ini. Di samping itu, ABC / M akan menjadi kualitas terbukti sebagai solusi untuk sistem akuntansi biaya konvensional melalui konsep ramping, biaya kualitas dan peramalan dan penganggaran. Kualitas praktisi akan mendapatkan dan dapat memperluas perspektif dan peran dalam driver dan alokasi biaya untuk proses kontrol biaya dan peluang perbaikan.

Activity-Based Costing dan Manajemen dan Sistem Akuntansi Biaya Tradisional

Salah satu pertanyaan penting yang akan dibahas lebih lanjut dalam bagian ini adalah bagaimana sistem akuntansi tradisional yang telah digunakan secara luas sebagai internal dan eksternal sistem biaya dianggap kurang memadai. Selain itu, mengapa bisa aktivitas berbasis manajemen biaya dan menjadi solusi TQM pilihan untuk biaya kualitas kelemahan dari sistem akuntansi biaya konvensional? Tombol beberapa klaim yang ditunjukkan di bawah ini akan menjawab pertanyaan posted in details:

* Data biaya yang ada tidak sia-sia, namun tampaknya tidak lengkap atau tidak diproses untuk efisiensi internal, keuntungan atau analisis kualitas dan proses pengambilan keputusan.
* Sistem biaya tradisional pembuat keputusan menyangkal visibilitas biaya yang sejati diciptakan sepanjang end-to-proses akhir. Dan,
* Overhead dialokasikan secara tidak tepat dan sering didasarkan pada biaya tenaga kerja atau materi melalui pendekatan biaya konvensional.

Manajer telah diposting dengan biaya operasional dan pertanyaan satu waktu atau yang lain, jika tidak secara berkala. Dengan biaya tradisional pelaporan buku besar umum di bawah ini bagan rekening, banyak dari para pembuat keputusan tidak dapat menjelaskan apakah mereka produksi atau layanan spesifik bidang tanggung jawab yang efektif, produktivitas atau menguntungkan. Tabel 1 dan 2 memberikan wawasan masalah yang dihadapi, yaitu biaya yang dialokasikan didasarkan pada tabel rekening yang ditetapkan oleh departemen akuntansi perusahaan baik untuk internal dan eksternal pelaporan. Dengan rincian biaya oleh bagan rekening, penerima (misalnya, manajer atau praktisi kualitas) dari informasi yang hanya dapat memberitahu biaya tenaga kerja, bahan dan lainnya.

Di samping itu, pendekatan konvensional biaya dianggap vertikal, organisasi atau “transaksi-sentris” sistem penetapan biaya. Untuk mengilustrasikan, semua biaya yang dikeluarkan terkait dengan biaya dalam departemen atau pusat biaya. Metode ini tidak memiliki kemampuan untuk memproses laporan biaya di-fungsional, manajer membatasi visibilitas yang benar end-to-end biaya dari setiap proses dan sistem. Misalnya, pra-campuran bubuk minuman kemasan dapat dilihat di tingkat departemen, seperti pengepakan, kontrol kualitas, pengiriman dan penanganan. Di sisi lain, akhir-to-end proses kemasan dapat dilihat melalui “kerja-sentris” ABC / M sebagai upaya kolektif dan sumber daya untuk memproduksi minuman serbuk premixed akhir kantong.

Overhead tugas bukanlah tugas yang sederhana. Berdasarkan metodologi akuntansi biaya tradisional, biaya overhead atau indirect ditugaskan pada setiap produk, layanan, atau proses, berdasarkan persen tenaga kerja langsung atau biaya material. Hal ini tidak hanya menyesatkan karena setiap produk, layanan, atau proses mengkonsumsi overhead dengan kecepatan yang berbeda, tapi juga menyesatkan para pengambil keputusan bahwa produk atau layanan tertentu adalah menguntungkan atau tidak didasarkan pada pra-ditentukan dan didistribusikan overhead untuk semua proses yang sama.

Singkatnya, pendekatan konvensional akuntansi biaya menjelaskan “apa dihabiskan, sedangkan tampilan berdasarkan aktivitas menjelaskan, apa itu dihabiskan untuk”.

Kegiatan-Berdasarkan Alokasi Biaya dan Lean Value Stream Map

Pendekatan penetapan biaya standar ini dikembangkan pada pertengahan abad ke-20 untuk memenuhi persyaratan pengambilan keputusan dalam organisasi jenis produksi massal. Sebagai industri manufaktur dan jasa berubah dari produksi massal untuk bersandar, karena perubahan tuntutan dan kompleksitas dari barang-barang konsumen, cara konvensional untuk mendekati biaya telah menjadi tidak cocok untuk inisiatif ramping.

Akibatnya, BH Maskell menyarankan pandangan tersendiri untuk mengalokasikan pengeluaran melalui nilai-uap berbasis metodologi, yaitu biaya proses akan terdiri dari tenaga kerja, bahan dan biaya overhead dapat dialihkan untuk kegiatan hanya dalam value stream dan aliran optimal proses.

Pelaporan dari “uap nilai keuntungan” juga dibahas dalam cara yang sama. Dengan upaya-upaya untuk mengidentifikasi biaya dan keuntungan baik melalui value stream dan kegiatan terkait, value stream manajer sekarang dapat memahami, mengukur dan menjadi bertanggung jawab atas biaya, efisiensi dan nilai yang dihasilkan oleh semua nilai tambah atau penting, kegiatan yang terkait dalam proses.

Selain itu, berbeda metodologi penetapan biaya tradisional, aktivitas berbasis metodologi dan produksi ramping dapat mendukung upaya perbaikan terus-menerus oleh sebuah studi tentang kegiatan klasifikasi dan biaya kegiatan-kegiatan yang berada di lembah sistem sungai. Per Agrawal, Rezaee dan Pak, masing-masing kegiatan dapat diklasifikasikan didasarkan pada dimensi berikut:

Kategori A: Nilai-Menambah Dan Essential – Kategori ini mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang tidak hanya menambah nilai atau fitur yang keinginan konsumen dalam produk akhir atau jasa, tetapi juga diperlukan tugas-tugas dalam value stream untuk membuat produk atau memberikan pelayanan. Contoh dari kategori ini adalah batch pembobotan ingrethents; kegiatan ini baik menambahkan nilai pada produk akhir dan juga yang diperlukan untuk pembuatan tugas pra-campuran minuman serbuk paket.

Kategori B: Nilai-Menambahkan Tapi nonesensial – Kategori ini mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang menambah nilai atau fitur yang keinginan konsumen dalam produk akhir atau jasa, tetapi tugas-tugas ini tidak diperlukan dalam value stream untuk membuat produk atau memberikan pelayanan. Contoh dari kategori ini adalah batch pencampuran ingrethents; kegiatan ini menambahkan nilai pada produk akhir, tetapi bukan merupakan tugas yang diperlukan untuk pembuatan pra-campuran minuman serbuk paket. Nilai tambah tetapi tugas yang tidak penting dapat dihilangkan melalui mendesain ulang atau re-engineering dari produk atau proses.

Kategori C: Nonvalue-Menambahkan Tapi Essential – Kategori ini mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang tidak menambah nilai atau fitur yang keinginan konsumen dalam produk akhir atau jasa, tetapi tugas-tugas ini diperlukan dalam value stream untuk membuat produk atau memberikan pelayanan. Contoh kategori ini adalah paket produk atau pelabelan dan pengawasan mutu tugasnya; kegiatan ini tidak menambahkan nilai pada produk akhir, tetapi tugas-tugas yang diperlukan untuk memproduksi pra-campuran minuman serbuk paket. Para menambahkan tapi nonvalue-tugas penting harus dikontrol dan diminimalkan sebisa mungkin melalui upaya perbaikan proses yang berkesinambungan.

Kategori D: Nonvalue-Menambah Dan nonesensial – Kategori ini mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang tidak menambah nilai atau fitur yang keinginan konsumen di final maupun produk atau jasa yang dibutuhkan dalam value stream untuk membuat produk atau memberikan pelayanan. Contoh dari kategori ini penyimpanan tertentu atau kegiatan transportasi; kegiatan ini tidak menambahkan nilai pada produk akhir mereka juga tidak diperlukan untuk pembuatan tugas pra-campuran minuman serbuk paket. Yang menambahkan dan nonvalue-tugas yang tidak penting harus dihilangkan segera setelah diketahui.

Berdasarkan pemahaman tentang kegiatan klasifikasi, organisasi dapat meningkatkan efisiensi dan mengalihkan atau menurunkan biaya yang berkaitan dengan nilai arus oleh mean dari “model berdasarkan aktivitas perbaikan terus-menerus.” (Lihat gambar 2). Kegiatan ini berbasis pendekatan dapat fokus dan memfasilitasi produksi, kualitas atau proses perbaikan terus-menerus di area yang paling dibutuhkan perhatian dan memberikan pengembalian yang optimal investasi. Untuk menggambarkan, kegiatan model berbasis merekomendasikan bahwa perusahaan harus memusatkan upaya-upaya dan sumber daya untuk meningkatkan kegiatan dalam kategori A. Ini termasuk upaya untuk meningkatkan valueadding dan kegiatan penting yang akan memberikan kontribusi pada garis bawah. Selain itu, kata menunjukkan bahwa upaya-upaya pendekatan juga harus untuk pindah ke atau menghilangkan kegiatan dalam kategori D sebanyak mungkin, seperti berikut:

* Pindah Kegiatan Dari Kategori A Kategori B atau C – Kegiatan dalam kategori A harus ditinjau, dianalisis atau berkurang (jika mungkin) secara berkala. Hal ini dapat dicapai dengan maksud produk, layanan atau proses redesign, sehingga nilai yang dikehendaki atau fitur yang dapat dibangun dalam, daripada tambah dalam, atau mendesain ulang menghilangkan kebutuhan untuk kegiatan tertentu yang diperlukan. Dengan peningkatan ini, biaya masing-masing kategori A kegiatan dapat dikurangi sebagai kegiatan tersebut akan dipindahkan atau dihilangkan dari value stream.

* Pindah Kegiatan Dari Kategori B Kategori D – Kegiatan dalam kategori B juga harus ditinjau, dianalisis atau berkurang (jika mungkin) secara berkala. Hal ini dapat dicapai dengan maksud produk, layanan atau proses redesign, sehingga nilai yang dikehendaki atau fitur yang dapat dibangun dalam, daripada tambah masuk Dengan peningkatan ini, biaya aktivitas masing-masing kategori B dapat dikurangi sebagai kegiatan tersebut akan dipindahkan atau dihilangkan dari value stream.

* Pindah Kegiatan Dari Kategori C Kategori D – Kegiatan dalam kategori C juga harus ditinjau, dianalisis atau berkurang (jika mungkin) secara berkala. Hal ini dapat dicapai dengan rata-rata produk, jasa atau proses redesign redesign sebagai menghilangkan kebutuhan untuk kegiatan tertentu yang diperlukan. Dengan peningkatan ini, biaya aktivitas masing-masing kategori C dapat dikurangi sebagai kegiatan tersebut akan dipindahkan atau dihilangkan dari value stream.

* Menghilangkan Kegiatan dalam Kategori D – Kegiatan dalam kategori ini harus dihapuskan segera; yang berdasarkan aktivitas yang terkait penghematan biaya kemudian dapat diakui. Kegiatan model berbasis pendekatan yang terus-menerus, proses yang tiada akhir hanya untuk terus meningkatkan kegiatan inti, berkontribusi untuk semata-mata biaya valueadding dan kegiatan yang penting dalam value stream.

Biaya Kualitas (coq) Via Activity-Based Costing Model

Biaya kualitas (coq) konsep ini telah digunakan dalam inisiatif kualitas sebagai pendekatan lain untuk mengidentifikasi biaya-biaya yang terkait untuk fitur kualitas atau ketiadaan. Pada tingkat operasional, istilah kualitas ini membantu para manajer dan profesional kualitas mengidentifikasi limbah, memecahkan masalah inefisiensi dan terus menerus meningkatkan proses. Pada organisasi atau perusahaan-tingkat luas, alat Coq membantu para pengambil keputusan membenarkan atau peningkatan kualitas yang terkait dengan inisiatif untuk meningkatkan keuntungan, meningkatkan kualitas dan rapat atau konsumen yang sudah ada tuntutan.

Sayangnya, banyak organisasi menderita dari kurangnya tingkat yang memadai lengkap, data berdasarkan fakta. Ini mencakup biaya proses dalam hal kegiatan yang operationrelated manajer dan karyawan mereka dapat berhubungan dengan dan mempengaruhi garis dasar keuntungan dari produk atau layanan tertentu pengiriman. Sebagai ilustrasi, salah satu kendala utama mencegah manajemen dari pemahaman yang benar biaya yang terkait untuk setiap proses adalah kurangnya dapat dialihkan dan rincian tentang biaya overhead untuk mendukung proses pengambilan keputusan. Hal ini karena fakta bahwa banyak perusahaan fokus berat pada pelaporan eksternal dan tidak tepat menggunakan tradisional (eksternal) akuntansi biaya alat untuk internal, pelaporan operationallevel.

Mengapa Gagal Akuntansi Tradisional Pengambil Keputusan

Pertanyaan tentang “Mengapa akuntansi tradisional gagal” dalam mengidentifikasi biaya kualitas pada proses atau tingkat departemen sudah dijawab oleh para ahli biaya dan pernyataan mereka ikuti.

Hari ini buku besar dan sistem pengeluaran dianggarkan dukungan departemen dan cerobong asap filosofi manajerial, tetapi bukan pendukung keputusan. Manajer semakin ditantang untuk membenarkan biaya pengeluaran mereka dengan lebih proposal berdasarkan fakta data dan kurang pada iman. Beberapa manajer kualitas bahkan diminta untuk membenarkan eksistensi mereka sendiri dan nilai organisasi mereka. Data akuntansi tradisional adalah tidak lengkap dan struktural kurang untuk memungkinkan manajer untuk mengukur dan menganalisa.

Manajemen proses historis selalu menderita dari kurangnya yang jelas dan dapat diandalkan metode pengukuran yang secara konsisten menunjukkan tingkat konsumsi sumber daya (beban) dengan proses bisnis pada suatu waktu – sebuah indikator yang selalu penuh minat eksekutif dan mudah dimengerti. Intinya adalah bahwa kebanyakan perusahaan tidak memiliki petunjuk tentang biaya proses mereka atau proses mereka ‘berbagai output.

Kegiatan berdasarkan penetapan biaya / manajemen berbasis aktivitas (ABC / M) dan penganggaran berbasis aktivitas (ABB) memegang janji besar sebagai solusi akal sehat dan frustrasi kesalahan akuntansi tradisional / metode penganggaran. Anggaran tradisional tidak mengidentifikasi limbah, ABB memaparkan nilai non-biaya. Anggaran tradisional berfokus pada biaya departemen, ABB juga berfokus pada biaya proses.

Singkatnya, buku besar umum tradisional pendekatan biaya dapat mengatasi kebutuhan untuk mengukur dan mengkomunikasikan seluruh perusahaan kesehatan keuangan eksternal. Alat ini dirancang dan dimaksudkan untuk mengumpulkan, meringkas dan melaporkan transaksi ke perusahaan tertentu akuntansi. Namun, informasi biaya dan struktur (yaitu, tenaga kerja, bahan, kontrak dan sebagainya) adalah tidak lengkap dan tidak cukup untuk mengukur secara memadai biaya atau meningkatkan mutu dan mendukung proses pengambilan keputusan.

Nilai data dan ABC / M Sistem

Berbeda dengan metode akuntansi biaya tradisional, ABC / M dapat menyediakan baik manajemen dan karyawan yang tersembunyi, biaya yang berkaitan dengan kualitas kinerja dan peningkatan kualitas. Kata berikut biaya yang dapat direalisasikan meskipun ABC / M usaha termasuk kategori utama berikut:

* Kesalahan Gratis Biaya – Biaya ini adalah pengeluaran untuk kegiatan yang memberikan kontribusi dari melakukannya dengan benar upaya pertama kalinya.

* Biaya Kualitas (coq) – Biaya yang akan hilang jika tidak ada masalah kualitas. Ini termasuk nonconformance kesesuaian dan biaya. Biaya kepatuhan termasuk biaya yang terkait dengan upaya pencegahan dan penilaian untuk memenuhi atau melebihi persyaratan pelanggan. Biaya Nonconformance termasuk biaya yang terkait dengan kegagalan internal atau eksternal.

Selain itu, biaya kualitas subkategori yang terkait dengan setiap proses dapat diidentifikasi melalui sistem berdasarkan aktivitas.
Kegiatan subkategori definisi yang juga diberikan penjelasan tambahan:

* Pencegahan Biaya – biaya Kegiatan ini meliputi biaya subkategori yang dihasilkan dari upaya untuk mencegah berkualitas buruk. Contoh-contoh kegiatan kesesuaian proses meliputi desain atau mendesain ulang, kualitas evaluasi dan audit, dan pemeliharaan preventif.

* Penilaian Biaya – biaya Kegiatan ini meliputi biaya yang berhubungan subkategori untuk pengukuran, evaluasi, inspeksi dan upaya deteksi.

* Biaya Kegagalan Internal – Kegiatan ini meliputi biaya subkategori biaya yang dihasilkan dari produk atau jasa tidak sesuai untuk manufaktur atau pengguna akhir ‘persyaratan sebelum pengiriman ke pelanggan. Contoh-contoh kegiatan ketidaksesuaian termasuk pengerjaan ulang, perbaikan, tak terjadwal atau layanan yang tidak direncanakan, cacat penghapusan dan kehilangan waktu karena kegagalan internal.

* Biaya Kegagalan Eksternal – Kegiatan ini meliputi biaya subkategori biaya yang dihasilkan dari produk atau jasa tidak sesuai untuk manufaktur atau pengguna akhir ‘persyaratan setelah pengiriman ke pelanggan. Contoh-contoh kegiatan ketidaksesuaian meliputi produk kembali, perbaikan panggilan, biaya garansi, paparan hukum, kewajiban klaim, dan isu-isu keselamatan umum.

Investasi Justifikasi dalam Peningkatan Berkesinambungan

Sebuah aturan praktis adalah bahwa lebih mahal untuk memperbaiki masalah kualitas sebagai produk atau layanan konsumen pendekatan dalam rantai nilai. Di kata lain, biaya lebih efektif untuk menyelesaikan masalah kualitas apa pun yang sebelumnya mungkin dalam manufaktur atau proses pelayanan. Untuk mencapai itu, berdasarkan fakta, perkiraan tingkat aktivitas dan biaya yang diperlukan untuk membenarkan biaya kualitas dan perbaikan proses.

Sebagai contoh, biaya pencegahan yang diusulkan dapat dialokasikan dan dibenarkan untuk tabungan melalui studi kedua total biaya kualitas dan biaya berdasarkan aktivitas, termasuk biaya bebas dari kesalahan, biaya kesesuaian dan biaya ketidaksesuaian. Tabel 3 dan angka 4 dan 5 menggambarkan biaya sederhana latihan pembenaran yang berasal dari ABC / M metode pengumpulan, meringkas dan biaya pelaporan dalam kategori Coq disebutkan sebelumnya. Latihan ini dapat membantu membenarkan biaya inisiatif peningkatan mutu berdasarkan urutan besarnya penghematan biaya $ 13.000 unit per 1.000 produksi (atau jasa pengiriman) dengan perkiraan investasi belanja modal tambahan sebesar $ 7.000 orang di inisiatif preventif yang diusulkan.

Secara ringkas, berdasarkan informasi biaya melalui ABC / M dan Coq kategori, biaya yang dapat diukur secara memadai dan diperbaiki sesuai kebutuhan, termasuk biaya berdasarkan fakta data dapat mendapatkan perhatian penuh dan rasa percaya diri untuk keputusan bisnis yang dapat diandalkan dan pengambil keputusan dapat menilai nilai setiap proses dan bagaimana berkontribusi terhadap kinerja seluruh perusahaan.

Aktivitas Berbasis Prakiraan dan Penganggaran dalam TQM

Dalam global saat ini, pasar kompetitif, kualitas para pengambil keputusan dan profesional harus bergantung pada alat-alat dan teknik terbaru untuk memperoleh, mengkategorikan, laporan dan menggunakan informasi terkait untuk mengambil keputusan bisnis. Hal ini untuk memastikan bahwa usaha ini menguntungkan dan untuk menghindari kegiatan yang mahal dan tidak efisien karena nonconformance (yaitu, pengerjaan ulang, barang cacat, produk kembali, warrantee biaya, tanggung jawab hukum dan reputasi rusak).

Sebagaimana dibahas dalam bagian sebelumnya, biaya konvensional akuntansi dan pelaporan tidak menyediakan rinci, bekerja-sentris informasi biaya dan juga tidak mengasosiasikan alokasi biaya overhead objektif. Pendekatan yang mengatakan menjadi tidak efisien untuk sampai pada biaya yang sebenarnya atau yang sudah ada proses yang diusulkan melalui metode bottom up, yaitu dengan kerusakan dari masing-masing proses termasuk tenaga kerja, bahan dan overhead persyaratan diidentifikasi, diperkirakan dan harga untuk proses pengambilan keputusan.

Oleh karena itu, dalam rangka untuk merencanakan dan anggaran secara efektif untuk menambah nilai, kualitas proses, manajemen dan kualitas profesional harus memahami spesifik yang mendasari kegiatan penting yang diperlukan untuk memproduksi produk atau jasa pengiriman. Dengan kegiatan tersebut, fakta-biaya berdasarkan proses dapat ditentukan baik oleh standar industri atau data historis yang dikumpulkan melalui penetapan biaya berdasarkan aktivitas dan manajemen.

Pada bagian ini, ABC / M akan dipelajari per empat metode yang paling umum pengelolaan biaya. Ini termasuk perkiraan biaya, tren biaya, peramalan dan biaya biaya siklus hidup.

Memperkirakan Biaya

Memperkirakan biaya memperkirakan biaya sumber daya yang diperlukan untuk produk-produk manufaktur atau memberikan pelayanan. Bangunan blok dari perkiraan biaya mencakup komponen-komponen kunci berikut:

* A Well Ditetapkan Ruang Lingkup – Ruang lingkup dari perkiraan harus diidentifikasi per lingkup pekerjaan dalam kontrak, dari gambar teknik detail produk dan proses peta.

* Sebuah Biaya Struktur Unsur – unsur biaya yang berlaku meliputi biaya langsung, biaya tidak langsung, biaya tetap dan biaya variabel yang terkait untuk setiap aktivitas tertentu dalam sungai atau rantai nilai.

* Riwayat atau Industri Data Biaya Kegiatan biaya berdasarkan data yang dikumpulkan dari pengalaman atau dari biaya standar industri. Adalah penting bahwa data biaya mewakili kegiatan serupa dan harus disesuaikan sesuai berdasarkan waktu, lokasi geografis, dan berbagai fitur atau nilai untuk mewakili benar, fakta-biaya berdasarkan informasi.

Sebagai contoh, tabel 4 mengilustrasikan estimasi biaya pra-kekuatan campuran minuman kemasan di produksi 10.000 unit per bulan.

Kegiatan berbasis rincian membantu manajemen untuk mengidentifikasi biaya sebenarnya dan membantu dengan beberapa perencanaan sumber daya tugas (yaitu, tenaga kerja, material dan lainnya) yang diperlukan untuk setiap aktivitas dalam proses produksi, termasuk yang berikut:

* Cukup terlatih tradisional PersonnelUnlike sistem akuntansi biaya, ABC / M pendekatan terhadap perkiraan dapat memberikan informasi yang pengambil keputusan dapat digunakan untuk mempersiapkan tingkat dan jenis sumber daya tenaga kerja yang diperlukan sesuai dengan volume produksi yang direncanakan.

* Tingkat dan Jenis Bahan dan Inventaris – The pendekatan sistem biaya konvensional membatasi visibilitas ke tingkat yang dibutuhkan dan jenis bahan dan persediaan. Sebagai hasilnya, perusahaan adalah untuk mempertahankan tingkat yang lebih tinggi persediaan untuk mencegah keluar dari saham, penundaan dan penghentian kerja. ABC / M data yang memungkinkan perusahaan untuk mengurangi biaya persediaan dengan memesan kanan, tatanan ekonomi tingkat kuantitas dan jenis bahan dalam just-in-time cara.

* Penanaman Modal yang memadai Serupa dengan baik staf dan inventarisasi isu-isu, yang keluar dari buku besar dan sistem akuntansi tidak dapat menyediakan perusahaan dan manajemen di setiap arah spesifik, investasi modal masa depan, misalnya, di mana untuk memperluas dan peralatan atau alat apa untuk membeli . Dengan mengumpulkan, meringkas dan melaporkan data biaya melalui ABC / M metode untuk memperkirakan digunakan, perusahaan dapat merencanakan strategi investasi untuk memenuhi permintaan produksi secara memadai dan tepat waktu.

Biaya Tren

Tren biaya didasarkan pada informasi biaya historis. Data biaya blok bangunan dalam metode memperkirakan biaya dapat berdampak didasarkan pada hasil kajian dan tren biaya. Dengan kecenderungan informasi, memperkirakan proses bisnis biaya dan sumber daya yang diperlukan dapat dilakukan secara lebih tepat, akurat cara.

Untuk menunjukkan keterbatasan metodologi akuntansi biaya konvensional, pra-campuran bubuk minuman kemasan sampel adalah dipelajari untuk biaya dan kecenderungan biaya tenaga kerja serikat. Asumsikan bahwa setiap perjanjian tawar-menawar kolektif, kompensasi dan manfaat dari serikat karyawan diharapkan meningkat dengan laju tahunan 6 persen. Peningkatan ini akan mempengaruhi fungsi pekerjaan tertentu seperti pembobotan dan pencampuran batch ingrethents, kemasan kantong dan kotak, dan pengiriman, menyerahkan dan kegiatan penyimpanan. Berdasarkan bagan rekening, kenaikan biaya tenaga kerja hanya dapat diperkirakan berdasarkan klasifikasi karyawan dan pada tingkat seluruh perusahaan. Dalam rangka untuk mengidentifikasi dampak biaya yang terkait dengan produk atau service level, kecenderungan ini harus dipelajari di akhir-to-end tingkat proses atau kegiatan. Untuk menggambarkan, biaya harus dihitung dan dilaporkan melalui model berdasarkan aktivitas. Artinya, biaya tenaga kerja dalam persiapan dan pengemasan bubuk bertahap akan ditingkatkan, namun, dan administrasi yang lain-lain biaya tenaga kerja tidak akan terpengaruh.

Biaya Forecasting

Biaya kegiatan peramalan sangat mirip dengan proses estimasi biaya. Yang berbeda adalah bahwa perkiraan biaya yang disiapkan untuk perencanaan atau kegiatan di masa depan. Forecasts, di sisi lain, adalah prediksi dari biaya atau pada penyelesaian berdasarkan unsur-unsur biaya berlangsung atau beredar.

Perkiraan biaya tugas-tugas yang membutuhkan blok bangunan yang serupa untuk memperkirakan untuk penyelesaian dan memperkirakan pada penyelesaian, termasuk lingkup aktual yang menonjol, unsur biaya sisa struktur dan data biaya yang berlaku. Setelah menyatakan bahwa, perkiraan biaya bisa dihitung secara tepat dan akurat melalui penetapan biaya berdasarkan aktivitas dan manajemen karena cakupan yang luar biasa atau kegiatan yang diperlukan dapat dengan mudah diidentifikasi atau dievaluasi daripada-to-date (aktual) pengeluaran terhadap anggaran luar biasa yang disediakan oleh penetapan biaya tradisional sistem.

Life-Cycle Costing

Biaya siklus-hidup (LCC) diperluas untuk termasuk untuk biaya untuk mempertahankan melampaui perolehan atau produksi aset berwujud atau tidak berwujud sampai dengan pembuangan aset tersebut. LCC pengeluaran terdiri dari biaya untuk merancang, mengembangkan, memproduksi, memelihara dan membuang aset. Serupa dengan metode perkiraan biaya, biaya semacam ini dapat dievaluasi dan dihitung berdasarkan blok bangunan serupa yang membutuhkan rincian spesifik tentang cakupan, baik selama atau setelah tahap akuisisi, biaya elemen struktur (yaitu, langsung, tidak langsung, tetap atau variabel) dan data biaya melalui standar industri historis atau, lebih tepat dan akurat berasal dari biaya berdasarkan aktivitas breakdown.

Hasil dan diskusi

Salah satu penemuan paling menarik dari studi ini adalah temuan mengenai kelebihan, kelemahan dan keterbatasan akuntansi tradisional dan sistem biaya berdasarkan aktivitas biaya / manajemen. tampaknya bahwa baik sistem pelaporan biaya dan melayani berbagai tujuan dan bisa lebih melayani authences berbeda. Tidak ada satu metode dari sistem penetapan biaya universal yang dapat diterapkan untuk memenuhi kebutuhan setiap pengguna.

Untuk menggambarkan, buku besar umum anggaran dan sistem pelaporan telah diterima secara luas berarti mengukur dan membandingkan kesehatan keuangan perusahaan baik secara internal maupun eksternal. Namun, ada beberapa keterbatasan dari pendekatan semacam itu yang dapat dilengkapi dengan sistem akuntansi lain seperti ABC / M, kualitas memungkinkan profesional dan pengambil keputusan untuk lebih memahami efektivitas, biaya sebenarnya dan margin keuntungan dari setiap produk atau jasa. Hal ini juga mencakup kesempatan untuk menggunakan data berbasis fakta untuk memperkirakan, membenarkan atau anggaran untuk proyek-proyek masa depan (produk atau jasa) dan / atau proses / inisiatif peningkatan kualitas.

Konsep versus lokal berdasarkan aktivitas seluruh perusahaan penetapan biaya dan manajemen telah muncul sebagai hasil dari studi. Berdasarkan penelitian, tampak bahwa kesalahpahaman umum adalah ABC / M pendekatan harus diterapkan seluruh perusahaan. Untuk mengilustrasikan, semua harus menjalani proses bisnis dan menerapkan ABC / M pendekatan mereka struktur biaya dan penganggaran. Namun dalam kenyataannya, banyak organisasi memilih untuk melaksanakan ABC / M konsep internal atau sebagai himpunan bagian dari organisasi inisiatif perbaikan proses dan bukan sebagai satu-satunya peningkatan pendapatan dan laba mekanisme. Untuk mengilustrasikan, ABC / M metodologi dapat mengungkapkan struktur biaya dan tugas bagi para pembuat keputusan dan kualitas profesional. Ini dari sudut pandang fungsi apa yang menyebabkan berbagai keluaran terjadi dan berapa banyak asumsi sumber daya yang dikeluarkan untuk menciptakan aset berwujud atau tidak berwujud dalam endto-end, maupun horizontal, manufaktur atau proses pemberian layanan. Untuk sekadar jumlah titik diskusi kedua ini, para model activitybased dan dapat sangat ditingkatkan sampai sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Per Roztocki dan Schultz, menarik untuk dicatat bahwa tingkat mengadopsi ABC / M yang sangat mirip baik dalam layanan dan industri manufaktur. Selain itu, organisasi yang lebih besar cenderung untuk mengadopsi atau melaksanakan kegiatan berbasis biaya dan manajemen dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan kecil. Ini adalah ban mungkin karena kenyataan bahwa pendekatan ini dianggap atau terbukti untuk menjadi lebih bermanfaat dalam perusahaan besar dengan lebih beragam, disesuaikan campuran dari produk atau layanan dan karena organisasi yang lebih besar lebih cenderung memiliki sumber daya khusus, sistem dan modal yang tersedia untuk ABC / M bekerja.

Meskipun sistem akuntansi biaya tradisional muncul tidak efisien dan tidak lengkap bagi para pengambil keputusan dan kualitas profesional, ABC / M adalah bukan penggantian biaya konvensional praktek. Buku besar umum yang ada dan sistem akuntansi yang diterima secara luas, bahasa universal untuk mengukur, berkomunikasi dan membandingkan perusahaan ‘kesehatan keuangan dan kekayaan melalui laporan keuangan (misalnya, neraca, laporan laba rugi, pernyataan penghasilan tetap dan arus kas perusahaan) . Analisis dan diskusi ABC / M adalah ditemukan untuk menjadi melengkapi, pendekatan internal dan sistem untuk mendukung manajemen dan kualitas praktisi dalam proses pengambilan keputusan.

Ahli akuntansi biaya menunjukkan bahwa kegiatan-pendekatan berdasarkan biaya tampaknya merupakan konsep yang sederhana dan langsung dan menawarkan banyak manfaat atas biaya tradisional mitra. Namun, evaluasi, implementasi dan dukungan seperti ABC / M sistem dapat mengambil jumlah besar usaha dan investasi sumber daya untuk memastikan proses dan sistem bekerja dan memberikan manfaat yang dikehendaki. Untuk menggambarkan, upaya pelaksanaan dapat meliputi, misalnya, berikut ini:

* The evaluasi dan upgrade dari proses yang ada, infrastruktur, dan sistem.
* Evaluasi dan persiapan untuk perubahan budaya, kesiapan dan pelatihan pengguna inisiatif. Dan,
* The berkesinambungan dan siklus hidup-upaya untuk mendukung pengguna dan sistem setelah sistem dan proses peluncuran.

Buku besar umum tradisional dan sistem anggaran telah menjadi biaya utama alat untuk mengumpulkan, meringkas, dan melaporkan biaya perusahaan selama beberapa dekade. Penggunaan kata alat ini tidak hanya terbatas pada pengukuran, pelaporan dan pembandingan antara industri dan perusahaan, tetapi juga digunakan dengan dalam perusahaan untuk bertindak sebagai tongkat pengukur untuk menentukan profitabilitas internal, efisiensi dan inisiatif untuk perbaikan proses produk, jasa atau proses .

Hasil temuan dari penelitian, bukti-bukti pendukung, dan para pakar menganjurkan penggunaan alat-alat konvensional seperti dibatasi pada penggunaan eksternal dan melengkapi kebutuhan laporan biaya di daerah operasi metode lain yang disebut penetapan biaya berdasarkan aktivitas dan manajemen (ABC / M ). Hal ini karena fakta pendekatan konvensional biaya pelaporan tidak lengkap, tidak diproses dan tidak berdasarkan fakta untuk mendukung proses pengambilan keputusan. Di samping itu, ABC / M dapat menyediakan biaya terperinci dan overhead yang terkait dapat dialihkan untuk kegiatan di end-to-end proses.

Banyak ahli akuntansi dan insinyur biaya juga mengakui bahwa ABC / M sistem proses dan tugas-tugas sederhana dan tidak memerlukan pemahaman penuh dan sumber daya untuk menyiapkan sebuah organisasi untuk penyebaran dan manajemen siklus hidup. Namun, biaya yang sama profesional setuju bahwa seperti penetapan biaya dan sistem anggaran jauh lebih bermanfaat daripada yang sudah ada buku besar dan pendekatan akuntansi, terutama pada tingkat operasional dan kesempatan untuk perbaikan proses di bidang biaya.

Selain itu, penting untuk dicatat bahwa biaya berdasarkan aktivitas merupakan kualitas dijual alat yang dapat melengkapi kata kekurangan metode konvensional, namun tidak untuk setiap perusahaan. Penilaian yang sesuai dan persiapan untuk ABC / M adalah sangat penting bagi keberhasilan dan kekurangan daripadanya. Untuk menggambarkan, kegiatan berbasis pendekatan yang tepat untuk organisasi dengan biaya tidak langsung yang signifikan, kompleks atau produk dan jasa, kerugian pada volume tinggi barang dan keuntungan pada volume rendah barang, perselisihan atas alokasi biaya.

ABC / M implementasi tantangan dan industri apa pun pelajaran-belajar juga harus dipelajari sebelum penggelaran sistem yang diusulkan. Ini termasuk tantangan terbesar dalam memperoleh buy-in dan komitmen dari manajemen, operasional manajer dan anggota tim. Di samping itu, pendekatan dan strategi penggelaran harus melibatkan semua tingkat pengguna sebanyak dan sesegera mungkin untuk mengurangi perlawanan untuk berubah dan untuk memastikan bahwa inisiatif tidak akan dipandang sebagai khusus lain, “suara baik” program yang menghasilkan manfaat pasti.

ABC / M pendekatan tidak boleh diperlakukan sebagai biaya hanya mengumpulkan dan sistem pelaporan seperti sedikit menambah nilai bagi perusahaan dan operasi internal. ABC / M juga harus dimasukkan dalam setiap perusahaan yang ada sistem pendukung keputusan (DDS) yang membantu pengambilan keputusan atau pembuat untuk solusi dan wawasan dan perencanaan biaya. Untuk mengilustrasikan, DDS memperluas ABC / M cakrawala dengan memasukkan alat dan teknik untuk melakukan pemodelan dan analisis biaya, apa-bila skenario dan masalah biaya tidak terstruktur. Dengan merger ini, perusahaan dapat mengenali potensi penuh dan manfaat dari pelaporan dan perencanaan biaya melalui biaya memperkirakan, tren, peramalan, dan biaya siklus hidup kegiatan.



Demikian pembahasan artikel mengenai daftar istilah dalam akuntansi biaya, semoga dengan pemahaman artikel ini anda semakin memahami tentang akuntansi untuk daftar istilah dalam akuntansi biaya. Terimakasih atas kunjungannya dan semoga bermamfaat.


Daftar Istilah Dalam Akuntansi Biaya Daftar Istilah Dalam Akuntansi Biaya Reviewed by Admin on 13 Januari Rating: 5